5 min left
Home / Uncategorized

Berawal dari Ojek Online, Pemuda Bali Ini Mendirikan Perusahaan AI di Usia 20 Tahun

Anak Agung Dwi Nugraha
Anak Agung Dwi Nugraha
March 20, 2026 • 5 min read
Berawal dari Ojek Online, Pemuda Bali Ini Mendirikan Perusahaan AI di Usia 20 Tahun
Source: Bali Alpha Media Assets

Anak Agung Gde Weida Ksatriawarma pernah bekerja sebagai driver ojek online untuk mengumpulkan modal. Kini, pemuda Bali ini mendirikan perusahaan AI bernama PT Dewata Artificial Intelligence dan tengah mengembangkan Dewata AI, sebuah chatbot berbasis kecerdasan buatan.

Kisah pemuda Bali yang mendirikan perusahaan AI di usia 20 tahun ini layak dicermati. Anak Agung Gde Weida Ksatriawarma, mahasiswa Sistem Komputer di ITB Stikom Bali asal Denpasar, berhasil mendaftarkan PT Dewata Artificial Intelligence sebagai badan hukum resmi. Menariknya, perjalanan Weida menuju kursi direktur perusahaan AI tidak dimulai dari ruang kuliah atau laboratorium riset. Sebaliknya, ia memulainya dari jalanan Bali sebagai driver ojek online.

Berdasarkan data resmi dari Kementerian Hukum Republik Indonesia, PT Dewata Artificial Intelligence telah terdaftar sebagai Perseroan Perorangan dengan Nomor AHU-001175.AH.01.30.Tahun 2026. Perusahaan ini berkedudukan di Kota Denpasar dan sertifikatnya diterbitkan pada 7 Januari 2026. Dengan demikian, status badan hukumnya sudah tercatat dalam pangkalan data Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.

Dari Driver Ojek Online ke Dunia Investasi

Sebelum mendirikan perusahaan AI, Weida pernah bekerja sebagai driver ojek online. Tujuannya sederhana: mendapatkan penghasilan tambahan. Karena kebutuhan pokok seperti rumah, kuliah, dan biaya hidup utama ditanggung keluarga, ia punya keleluasaan finansial. Oleh karena itu, ia mengalokasikan hampir seluruh penghasilan dari mengojek ke investasi.

Pada tahun 2023, Weida mulai berinvestasi di Bitcoin. Dari hasil investasi tersebut, ia membangun setup pribadi dan mendukung pendidikan adiknya. Selain itu, ia juga menyisihkan dana untuk pengembangan diri di bidang teknologi.

Weida sempat mencoba investasi di altcoin. Nilai portofolionya meningkat pesat pada satu titik. Namun, karena fluktuasi pasar yang tinggi, ia memutuskan menjual sebagian asetnya. Kemudian, ia mengonversi hasilnya ke Bitcoin sebagai aset yang dinilainya memiliki fundamental lebih kuat. Pengalaman ini memberinya pelajaran penting tentang manajemen risiko dan pengambilan keputusan di usia muda.

Pemuda Bali Mendirikan Perusahaan AI Setelah Bangun Media Teknologi

Sebelum fokus ke dunia AI, Weida sudah dikenal sebagai pendiri Dewata Solutions. Media berbasis di Bali ini fokus pada konten teknologi dan bisnis. Ia menjalankannya bersama adiknya, Wijaya Ksatriawarma. Secara aktif, media ini mempublikasikan artikel seputar artificial intelligence, cybersecurity, web development, dan tren bisnis digital.

Perjalanan Weida di dunia teknologi dimulai jauh sebelum bangku kuliah. Sejak SMP, ia belajar secara otodidak melalui internet, kursus online, dan komunitas global. Pada masa pandemi COVID-19, ia semakin serius mendalami dunia IT. Secara bertahap, ia mempelajari dasar-dasar web development hingga eksplorasi di bidang AI.

Di samping itu, Weida juga menjalankan jasa pembuatan website melalui Dewata Tech. Layanan ini menyasar bisnis-bisnis di Bali yang membutuhkan kehadiran digital profesional. Dengan kata lain, sebelum mendirikan perusahaan AI, ia sudah memiliki pengalaman membangun produk digital untuk klien di Bali.

PT Dewata Artificial Intelligence: Badan Hukum Resmi

Langkah terbaru dan paling signifikan dari Weida adalah mendirikan PT Dewata Artificial Intelligence. Perusahaan ini berbentuk PT Perorangan, sebuah badan hukum yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2021. Regulasi ini memungkinkan satu orang mendirikan perseroan terbatas untuk usaha mikro dan kecil tanpa memerlukan mitra pendiri.

Melalui entitas ini, Weida tengah mengembangkan Dewata AI. Produk ini merupakan AI chatbot yang saat ini masih dalam tahap pengembangan (beta). Detail teknis mengenai fitur, teknologi yang digunakan, maupun target pengguna spesifik belum diumumkan secara publik. Sebagai produk yang masih dalam pengembangan, evaluasi terhadap kapabilitas dan dampaknya belum dapat dilakukan saat ini.

Meskipun demikian, langkah pemuda Bali ini mendirikan perusahaan AI dengan badan hukum resmi menunjukkan keseriusan dalam menekuni bidang kecerdasan buatan. Tidak banyak anak muda berusia 20 tahun yang sudah mengambil langkah formal seperti ini.

Konteks: Ekosistem AI Indonesia dan Bali yang Berkembang

Perlu dicatat bahwa langkah ini terjadi di tengah tumbuhnya ekosistem AI di Indonesia. Pada 2025, pemerintah melalui Dewan Ekonomi Nasional menekankan pentingnya pengembangan AI lokal. Sebagai contoh, pemerintah mendukung peluncuran Sahabat-AI, sebuah koleksi Large Language Models open-source untuk Bahasa Indonesia.

Sementara itu, sejumlah perusahaan chatbot Indonesia sudah lebih dulu beroperasi di pasar yang sama. Beberapa di antaranya adalah Kata.ai, Botika, dan Lenna.ai. Perusahaan-perusahaan ini sudah melayani klien besar di sektor perbankan, e-commerce, dan pemerintahan.

Bali sendiri mulai menunjukkan aktivitas di bidang AI. Pada Desember 2025, Telkom AI Center of Excellence Bali menggelar acara “Megalungan Bali: AI Pentahelix Gathering”. Acara ini mempertemukan akademisi, startup, dan komunitas teknologi untuk mempercepat adopsi AI di pulau tersebut. Kehadiran PT Dewata Artificial Intelligence menambah dinamika ekosistem digital Bali, meskipun masih dalam skala awal.

Visi Jangka Panjang Sang Pemuda Bali di Dunia AI

Weida secara terbuka menyatakan bahwa dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, fokus utamanya adalah industri artificial intelligence. Ia berencana mendelegasikan operasional Dewata Solutions kepada tim yang dipercayai. Sementara itu, ia sendiri akan mendalami AI sebagai bidang inti karir profesionalnya.

Perjalanan dari driver ojek online hingga menjadi pemuda Bali yang mendirikan perusahaan AI di usia 20 tahun memang baru langkah awal. Namun, perlu dicatat bahwa produk Dewata AI masih dalam pengembangan. Keberhasilan sebuah perusahaan AI tidak hanya ditentukan oleh pendirian badan hukum. Kualitas produk, adopsi pengguna, dan kemampuan bersaing di pasar yang sudah memiliki pemain mapan juga menjadi faktor penentu.

Pada akhirnya, waktu yang akan membuktikan apakah langkah berani ini bisa membawa dampak nyata bagi ekosistem teknologi di Bali dan Indonesia.

Profil Singkat Weida Ksatriawarma

DataKeterangan
Nama LengkapAnak Agung Gde Weida Ksatriawarma
Tempat, Tanggal LahirDenpasar, Bali, 22 Juni 2005
Usia20 tahun
PendidikanMahasiswa Sistem Komputer, ITB Stikom Bali
PerusahaanPT Dewata Artificial Intelligence (PT Perorangan)
No. AHUAHU-001175.AH.01.30.Tahun 2026
Tanggal Terdaftar7 Januari 2026
KedudukanKota Denpasar
ProdukDewata AI, AI Chatbot (tahap beta)
MediaDewata Solutions
Jasa WebsiteDewata Tech
FokusArtificial Intelligence, Cybersecurity, Web Development
LinkedInlinkedin.com/in/weidaksatriawarma
Instagram@weidaksatria

Catatan: Status registrasi PT Dewata Artificial Intelligence telah diverifikasi melalui situs resmi AHU Kementerian Hukum RI. Dewata AI masih dalam tahap pengembangan (beta) dan belum tersedia untuk publik pada saat artikel ini ditulis (Maret 2026). Informasi mengenai dewatatech.com berdasarkan pernyataan pendiri.

Share this story

Join Bali Tech Hub Community

Discuss this article and connect with tech innovators in Bali.

Join Discord

Read Next